Metamorfosis

Dimulai dari tidak punya pekerjaan tahun 2006, berangkat ke Jakarta sebulan kemudian pulang kampung, menganggur lagi… Akhirnya dapat kerja di perusahaan Garment sebagai Staff Logistic, cukup 3 bulan disana..

2007 Memenuhi panggilan kerja yang lebih prospektif meski ditempatkan di Banjarmasin yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, kerasan, mengabdikan ilmu bangku kuliah meski sedikit melenceng, Power system ke Telco. 5 bulan putus kontrak, balik lagi ke Jakarta pada Maret 2008. Project yang berbeda, tapi sangat kunikmati karena disitulah ilmu dan pengalaman kudapatkan.

Putus cinta dan kemudian malah mendapatkan berkah, aku menemukan pasangan hidupku. selang 3 bulan langsung kulamar, April 2009 menikah, taklama kemudian rencana menetap di Depok Jawa Barat pun terlampau memikat, Januari 2010 anak pertamaku lahir.

Sekarang aku sedang beribadah membangun sebuah gubuk Surga untuk keluarga kecilku. Meski rumah yang tidak terlalu besar, itu adalah salah satu cita2 pertama keluarga kecilku.

Rumah Setengah Jadi

Kav UI Timur Blok A No. 4, Tanah Baru, Beji, Kota Depok

Sudah 5 minggu berjalan, separuh lebih budget sudah dikucurkan, masih belum nampak bakal bisa ditempati. Huff, masih 2 bulan lagi tenggat waktu yang tersisa untuk menyelesaikan Rumah pertamaku ini. Begitu banyak hal yang tidak masuk dalam perkiraan, dari bahan bangunan yang beranjak naik seiring naiknnya harga Pertamax, pembatasan premium yang berujung naiknya semua bahan kebutuhan hidup… Beginilah, Ujian yang harus dihadapi tetapi tidak boleh mematahkan semangat untuk mewujudkan hunian layak untuk Anak dan Istriku.. Kesabaran dan Iman yang kuat lah yang masih setia menemaniku..

Dijual Rumah Mungil

Dijual Rumah Mungil, alamat di Poncol, Jl R Sanim, tanah baru, Beji, Depok.

Luas Tanah 40m2, bangunan 80m2 (2Lantai, 3 kamar tidur, ruang tamu, dapur, kmr mandi, ruang cuci, teras atas)

Pinggir jalan 3m, bisa buat garasi.

Harga 150jt, nego.

Hub Pemilik Langsung: Ibu Yami :

081314665539 / 085788716336.

atau hub saya di 08388015220.

Hasan Satrio

Penghuni Surga

Penghuni Surga:

Bukan orang yg rajin sholat (karena Sholat itu kewajiban kita pemeluk Islam),

Bukan pula yang naik haji (karena hanya orang yg mampu secara materi, dan orang yg pulang Haji belum tentu berkelakuan baik karena hanya mengejar status),

Bukan orang yang rajin berpuasa, (karena puasa itu identik dengan kewajiban tahunan),

Bukan orang yg banyak sedekah (Orang non Islam pun bisa melakukannya),

Bukan juga yang rajin mengaji (yg pandai mengaji belum tentu berkelakuan baik).

Tapi orang yang berakhlakul karimah., orang yg bisa menjaga tingkah lakunya, bisa menjaga tutur katanya, dan yg bisa memenuhi kewajibannya.

Siapapun orang yg menjalankan kewajiban rukun islam tapi tidak berakhlak baik, orang itu hanya menghilangkan kewajibannya sebagai umat Islam, tp tidak pantas menjadi penghuni surga.

Kenapa orang yg berakhlak? karena pastilah orang itu beriman,

Siapa orang yang beriman? orang yang berakhlak baik dan menjalankan kewajibannya sebagai umat Islam.

Muh Hasan As’ari

Pentingnya Akhlak

Orangtua kita rajin beribadah dan amal sholeh tp tetap akan masuk neraka, kenapa?

Karena kita sebagai anaknya tidak menjalankan rukun islam.

Kita akan tetap masuk neraka meski telah melaksanakan rukun Islam, kenapa?

Karena kita tidak beriman, karena akhlak kita yang buruk, tidak bisa menjaga tutur kata dan tingkah laku kita.

Banyak perang antar suku/Ras/agama, kenapa?

Karena diantara mereka tidak ada yang berakhlak baik, tidak menyelesaikan perselisihan dengan musyawarah, yg mana musyawarah itu adalah dasar negara kita.

Mahasiswa kita semakin mempersulit negara untuk maju, kenapa?

karena akhlak yang buruk, demo dengan anarkis, merusak fasilitas umum dan melempar aparat dengan batu,itu cara cara orang tidak berpendidikan, sedangkan mereka itu kelak akan menggantikan pemimpin pemimpin di negara ini,bagaimana jadinya negara ini dipimpin oleh orang yang tidak berakhlak?

Kehancuran dan keterpurukanlah yang akan kita tuai dikemudian hari.

Negara kita akan tetap terpuruk meski silih berganti kepemimpinan, kenapa?

karena kita sebagai rakyat hanya bisa menuding kegagalan tanpa memberikan solusi, mencemooh tanpa melihat diri kita yg belum tentu baik, kita mengejek kinerja pemimpin dan mencela tingkah laku pemimpin kita, padahal kita belum tentu mampu memimpin.

Kita hanya bisa protes tanpa menyadari kalau kita sebagai rakyatlah yang terlalu manja, tidak mau bekerja keras.

Mahasiswa boleh demo, tapi alangkah baiknya mereka itu berani maju kerumah menteri/presiden, anggota DPR atau siapapun pemimpin itu untuk berdebat, beradu argumen tentang masalah yg sedang dihadapi rakyat.tidak cuma mencela dan mencemooh kinerja tanpa memberikan solusi.

Jika seperti itu, demo mahasiswa hanya akan merugikan bangsa dan negara secara berkepanjangan.

Negara akan maju jika Rakyat dan Pemimpinnya berakhlak baik, jika salahsatunya tidak berakhlak baik, entah itu rakyatnya atau pemimpinnya, maka negara ini akan tetap dihinggapi ribuan masalah sosial.

Rame rame hijaukan Jakarta

Jakarta – Gubernur DKI Fauzi Wibowo terus menggalangkan gerakan penghijauan di Jakarta. Foke menanam 300 pohon di sepanjang Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi ini dilakukan untuk menekan global warming. “Kita hijaukan Jakarta untuk menekan global warming,” ujar Foke sapaan akrab Fauzi Wibowo dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (21/3/2010). Jika kegiatan seperti ini terus dilakukan Foke yakin, akan memberikan efek positif bagi lingkungan di ibu kota. “Penghijauan ini wajib dan akan dilakukan berkala,” kata pria berkumis ini. Menurut Foke, 300 pohon yang diberikan oleh Deutsche Bank akan membuat kota Jakarta lebih sejuk. Tingkat polusi yang tinggi dapat diredam dengan adanya penghijauan. “Pohon-pohon ini akan membuat Jakarta lebih hijau,” tandasnya. (did/irw)

Hasan: akan lebih baik bila Pemda/Pemkot Jabodetabek membuat peraturan, “Bagi pemegang SHM dan IMB wajib menyisihkan 10% lahan untuk pengijauan, termasuk bangunan komersial dan perkantoran”,

Saya pikir dengan begitu, penyerapan air tanah akan lebih bagus dan otomatis memperbaiki kualitas air tanah Jakarta dan sekitarnya, banjir bisa ditekan dan otomatis udara sejuk adalah bonusnya.. kalau kita tilik, setiap gedung tinggi di jakarta jarang sekali yang menyisakan lahan untuk penghijauan, kalaupun ada, rata rata itu hanya permukaan saja yang ada tanahnya, underground nya udah dibangun basement untuk area parkir dan lainnya, bagaimana tidak panas Jakarta ini?

Contoh SPBU yang di jalur hijau, memang SPBU itu ditutup, tapi sebagian masih dibiarkan permukaannya beton, kalau beton itu tidak dibongkar, maka sepertinya hanya sia sia belaka, air tetap tidak bisa meresap ke tanah. Ayo pak Fauzi, galakkan lagi penghijauan!!

Politic view

SBY, presiden tapi sangat tidak dihargai oleh tingkah laku demokrasi yang kebablasan… Sebenarnya, kalo ditilik lagi, SBY jadi presiden karena demokrasi, dipilih mayoritas masyarakat indonesia, marilah kita beri kesempatan untuk membanguin bangsa.

Misal orang 2 yang mengolok2 SBY itu dijadikan Presiden Indonesia, saya sangat sangsi mereka bisa memimpin bangsa ini, bahkan menurut saya, untuk memimpin kabubaten saja belum tentu mereka mampu… apalagi para mahasiswa yang sok sok lebih mengerti dengan masaklah Negara…

Mengubah keadaan Negara tidaklah semudah membalik telapak tangan, perlu proses dan waktu, apalagi membasmi tindak pidana korupsi.. itu tidak semata presiden memutuskan dan korupsi langsung clear.. masih banyak pejabat2 dibawah presiden yang seharusnya menjadi tangan presiden untuk menjalankan Pemerintahan yang bersih… kesulitannya disitu.. SDM bangsa Indonesia yang sudah terlalu hancur dengan budaya korup dan malas tidak mau berkembang, konsumtif dan serakah.. itu adalah sifat yang sudah mendarah daging di masyarakat negara kita ini..

Hanya dengan memulai dari diri kita masing2, maka negara ini akan menjadi negara yang terhormat dan berwibawa.. itu semua harus selaras antara pemerintah dengan masyarakatnya. Jika msyarakat hanya bisa protes dan protes, emangnya kita ini harus selalu disuapin oleh pemerintah? Tidak! kita lah yang harus membangun Negara ini dengan mendukung program2 pemerintah, meski semua program itu tidak selamanya selalu sesuai dengan keinginan kita, tetapi setidaknya itu sesuai dengan sebagian besar masyarakat Indonesia?

Mari buang sifat Egois kita, masi dukung Pemerintah dan bangun Negara kita ini agar maju dan bebas korupsi…

Jayalah Indonesia!!!

My Hero was born

Satrio, sebuah nama yang dari awal sudah aku siapkan untuk anakku bila terlahir cowok, alhamdulillah, Alloh menitipkan seorang anak laki laki padaku.. Tanggal 20 Januari 2010, 00:58 AM, dengan berat 4000gr, panjang 53cm, Normal. Alhamdulillah Ibu dan Bayi nya sehat… Sebuah titipan yang menyertakan suatu kewajiban buatku untuk menjaga, mendidik dan membimbingnya agar selalu berada di koridor agama dan Undang2 Negara.Ferrel Satrio

Facebook di fatwa haram

Facebook di fatwa haram, yang ada2 aja tu para ulama, aku sendiri muslim yang insya Alloh taat, tapi tidak setuju dengan fatwa yang menyesatkan itu.. sebenarnya yang perlu di tertibkan itu para manusianya, bukan Facebooknya, dalam artian hanya manusia yang bermoral bejat saja yang menggunakan Facebook untuk maksiat, kalo gitu, dari dulu juga banyak orang yang menggunakan hand phone untuk berselingkuh, dan itu lebih riil dalam pelaksanaannya, ga perlu Facebook… hehe..
kalo emang mau nyari fasilitas yang bisa dipake buat sarana selingkuh, sarana mendua, sarana ‘berjualan’, semua media saya pikir memungkinkan untuk itu.. tinggal kita pribadi yang menyikapinya bagaimana.. kalo karena yang punya facebook itu orang israel ato yahudi ato bagaimanapun, itu semua bukan jadi masalah, yang pasti kan itu sarana untuk bersilaturahmi, Islam sendiri menyerukan pada umatnya untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan menjanjikan neraka bagi mereka yang memutuskan tali silaturahmi.. bagaimana bisa difatwakan kalo facebook itu haram????
apa kata dunia???

Mari Tanam Pohon

Banjir, banjir dan banjir, begitulah yang terjadi di awal tahun 2009 ini.  Seluruh pelosok negeri merasakan musibah banjir ini, hingga kita semua menganggapnya sebagai siklus tahunan, siklus yang seharusnya tidak terjadi di penjuru negeri ini, dan kita tahu semua itu bisa kita cegah.

Kerusakan lingkungan, yang dibuat sendiri oleh saudara saudara kita di pelosok negeri tercinta ini, penebangan hutan, pembangunan gedung gedung tinggi tanpa menyisakan area resapan dengan beton hingga kedalaman 30 meter, membuang sampah sembarangan, itulah sebab primer yang tidak pernah kita gubris, kita tahu tapi kita diam.

Universitas Muhammadiyah Solo, tempat aku menuntut ilmu, dalam sejarah, baru tahun ini mengalami musibah banjir. Apa kata dunia?

Bagaimana menyikapinya? hanya orang yang punya hati nurani yang bisa memulainya, Mari kita awali dari diri kita sendiri, kemudian ajak keluarga kita untuk bisa mencintai lingkungan.

Jika alam ini tidak nyaman untuk ditinggali, itu semata dan pasti karena kita tidak peduli dengan lingkungan, apa susahnya kita membuang sampah pada tempatnya, menanam beberapa pohon di sekitar rumah kita, menyisakan 10% areal rumah kita untuk resapan, tidak membakar sampah yang mengakibatkan polusi. Gunakan peralatan yang ramah lingkungan, bisa didaur ulang dan tidak menyebabkan polusi.

Mari kita pelajari, jika dalam satu helai daun bisa menyimpan 3 gram air, berapa liter air yang tersimpan di pohon bila kita punya 1 pohon mangga ukuran sedang? bila setiap rumah mau menanam minimal 2 pohon ukuran sedang, bukan tidak mungkin Jakarta akan terasa sejuk 3 tahun lagi.

Hutan, kekayaan alam yang seharusnya menjadi kebanggaan kita di Tanah air tercinta, habis, dibakar, di tebang, dijarah kayunya tanpa reboisasi, di sulap menjadi ladang sawit, apakah pemerintah ini akan tetap diam? himbauan pada para Pengusaha perkebunan, mengapa engkau semua hanya memikirkan materi untuk pribadimu? pikirkan anak cucu kita, bangsa kita, tanah kita berpijak..

mungkin hukuman 3 – 5 tahun itu terlalu ringan dibanding keuntungan materi yang didapat dari penjarahan dan perusakan hutan itu, mungkin harusnya hukuman seumur hidup bagi perusak lingkungan, karena yang merasakan akibat kerusakan itu bisa 7 turunan.

Belum lagi Polusi dari kendaran yang membakar paru paru kita setiap harinya, Metromini dengan asap hitamnya, Bajaj dengan oli terbakarnya, Bus besar yang sudah tidak layak jalan, mungkin sudah saatnya membatasi masa pakai kendaraan, agar polusi yang dihasilkan bisa minimal. Boleh kita mengklaim sudah memenuhi standart Euro2, tapi pada prakteknya? tetap saja membuat nafas sesak.

Sekarang saja kita sudah sangat sulit menikmati hawa sejuk di jakarta ini, bagaimana cucu kita nanti? mungkin untuk sekedar jalan jalan di akhir pekan saja, cucu kita kelak sudah harus mengenakan masker, hehehe…

Mari, dimulai dari diri kita masing masing, Menanam Pohon, buang sampah pada tempatnya, tidak merokok, buat area resapan. Semoga kita bisa menikmati jakarta yang Hijau di kemudian hari.. mimpi kali ye.. hehehe…